Web.In.Arch 1.0 Seri 2: Bicara Tentang Proses Pelestarian Bangunan Kuno Di Kota Solo

Acara webinar Arsitektur UPY yang kedua, Web.in.Arch 1.0 seri 2, telah dilaksanakan pada hari kamis 4 Juni 2020, dari pukul 10.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB di portal Zoom Cloud meeting. Tema yang diangkat pada webinar kali ini adalah “New Normal Omah Lowo, Purwosari, Surakarta”. Materi yang diangkat adalah mengenai proses rekonstruksi dan metode konservasi yang dilakukan pada sebuah bangunan kuno dari era awal abad 20 yang berada di daerah Purwosari, Surakarta, dan dikenal oleh masyarakat sebagai Omah Lowo, yang artinya “rumah kelelawar”. Rumah ini dikenal oleh warga Solo dan sekitarnya karena ribuan kelelawar yang beterbangan di atas rumah tua tersebut setiap harinya pada saat menjelang matahari terbenam dan kembali menghilang ke dalam bangunan tersebut menjelang pagi hari.

Materi disampaikan oleh Dr. Wahyu Utami, S.T., M.Sc., dari Universitas Sumatra Utara, yang menyelesaikan program doktoralnya di Universitas Gadjah Mada. Pemateri merupakan peneliti yang diminta oleh pemilik bangunan saat ini untuk merekonstruksi bangunan Omah Lowo tersebut. Kajian bersifat akademik arsitektural dengan detail-detail pada penelusuran sejarah bangunan Omah Lowo, metode dokumentasi dan pengambilan data fisik, analisis data, sampai ke teknik konservasi bangunannya. Omah Lowo ini merupakan bangunan bergaya Indische yang diperkirakan dibangun sekitar tahun 1930an dan mengalami beberapa kali renovasi maupun penambahan bangunan baru, serta beberapa kali perubahan fungsi bangunan.

Peserta webinar 80% adalah mahasiswa, dan 20% adalah praktisi, peneliti maupun dosen arsitektur, dengan jumlah peserta total sebanyak 81 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Dari Widya Mataram Yogyakarta, Universitas Universitas Islam Indonesia, Universitas Kristen Duta Wacana, , Universitas Amikom Yogyakarta, STARS YKPN yogyakarta, Universitas Teknologi Yogyakarta, Institut Teknologi Nasional Bandung, Universitas Pelita Bangsa, UNS, UNES Padang, Politeknik Negeri Pontianak, Universitas Pancabudi Medan, Unismuh Makassar, UIN Alauddin Makassar, Universitas Nusa Cendana, UKDC, Universitas Mercu Buana, Universitas Merdeka Malang, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Lampung , ITI Serpong, Universitas Pelita Bangsa, Universitas Jayabaya Jakarta, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Universitas Krisnadwipayana Jakarta,Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Pandanaran Semarang, Universitas Mulawarman Samarinda, Universitas Palangka Raya, Universitas Bina Nusantara, Universitas Tadulako Palu, Universitas Indraprasta PGRI Jakarta, Universitas Pancasila, Universitas Nusa Cendana, Universitas Syah Kuala Banda Aceh,Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, bahkan hadir mahasiswa dari Osaka University Jepang, serta tidak ketinggalan mahasiswa dari UPY sendiri telah menunjukkan minatnya terhadap isu-isu pelestarian sejak dari awal. Selain mahasiswa, hadir pula para praktisi arsitektur yang berasal dari IAI Malang, dan beberapa konsultan arsitek.

Webinar yang dipandu untuk kedua kalinya oleh Eka Widyaningsih ini berdurasi selama 2 jam, dengan diskusi yang menggugah minat para peserta. Banyak pertanyaan seputar teknik konservasi bangunannya dan bagaimana mengatasi kendala-kendala yang sering ditemui saat pendataan bangunan lama. Namun hal yang paling mendasar yang mengarahkan pada penemuan-penemuan data sejarah yang tidak terduga datang dari kesabaran dan ketelatenan peneliti untuk mencari sumber-sumber informasi. (RAD)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top